• Home
  • Berita Pilihan

Kementerian PUPR Targetkan Lelang Dini Paket Pekerjaan Infrastruktur Selesai Januari 2022

Kementerian PUPR Targetkan Lelang Dini Paket Pekerjaan Infrastruktur Selesai Januari 2022

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan lelang paket dini pekerjaan infrastruktur selesai pada bulan Januari tahun 2022. Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan Dirjen Bina Konstruksi PUPR Yudha Mediawan yang mengatakan, proses lelang dini telah dimulai sejak bulan November 2021, namun untuk persiapannya telah dilakukan sejak bulan Oktober.

Beliau menambahkan total paket pekerjaan infrastruktur yang berada dibawah Kementerian PUPR mencapai 3.800 paket pekerjaan, dan dari jumlah tersebut 40% diantaranya akan dilakukan dalam lelang ini. Untuk nilai paket lelang dini pada tahun 2022 mendatang totalnya diperkirakan mencapai Rp. 16 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono  mengingatkan untuk terus meningkatkan kualitas belanja APBN dengan memperhatikan tiga prinsip reformasi anggaran belanja, yakni ekonomis (spending less), efektif (spending well) yakni tepat sasaran, dan efisien (spending wisely).

“Saya pastikan kegiatan strategis di Kementerian PUPR tetap berjalan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak pandemi Covid-19,” kata Basuki. Hal ini selaras dengan presentase kontribusi sektor konstruksi terhadap PDB Nasional sebesar 10,7% dimana belanja infrastruktur masih menjadi tumpuan dalam membantu pertumbuhan perbaikan ekonomi nasional disamping kegiatan investasi dan ekspor yang masih rendah akibat pandemi Covid-19.

Pada periode lelang dini tahun anggaran 2021 telah dilaksanakan proses tender atau seleksi dini yang dimulai pada bulan Oktober tahun 2020. Pada saat itu paket lelang dini tersebut mencapai 3.175 paket dengan nominal Rp. 38,6 triliun.

Secara umum lelang dini adalah suatu pengadaan untuk tahun anggaran berikutnya yang dilakukan pada tahun anggaran sebelumnya sebelum penetapan DIPA/DPA atau RUP (Rencana Umum Pengadaan) diumumkan. Justifikasi terkait lelang dini dapat didasarkan pada Perpres No.4 Tahun 2015 Pasal 73 Ayat 2.

Lelang dini dapat dilakukan untuk 1.) Pengadaan barang/jasa yang membutuhkan waktu perencanaan dan persiapan pelaksanaan barang/jasa yang lama, 2.) Pekerjaan kompleks, dan 3.) Pekerjaan rutin yang harus dipenuhi di awal tahun anggaran dan tidak boleh berhenti. Dengan adanya lelang dini, dimana dilakukan pemetaan terhadap paket – paket prioritas dan pekerjaan yang bernilai besar dan bersifat kompleks dapat menjadi upaya mitigasi risiko – risko seperti gagal lelang, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, keterlambatan karena kelangkaan material, dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
×
Selamat Datang ...

Silahkan menghubungi layanan informasi LPJK melalui narahubung kami


Welcome

Please contact LPJK information service through our Hotline Assistant

× Silahkan kontak narahubung kami