• Home
  • Berita Pilihan

LPJK Melaksanakan Pembekalan Penilai Ahli Melalui Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) Angkatan I & II

LPJK Melaksanakan Pembekalan Penilai Ahli Melalui Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) Angkatan I & II

Jakarta – Peran Penilai Ahli dimaknai untuk dapat melakukan penilaian kegagalan bangunan. Kegagalan Bangunan adalah suatu keadaan keruntuhan bangunan atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil jasa konstruksi. Amanat ini tertuang dalam UU No.11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja yang diturunkan pada Peraturan Pemerintah No.14 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri PUPR No.8 Tahun 2021 tentang Penilai Ahli, Kegagalan Bangunan dan Penilaian Kegagalan Bangunan.

Untuk menanggulangi dan mengantisipasi kasus – kasus kegagalan bangunan, perlu kesiapan dan pelibatan semua pihak dari sektor konstruksi, salah satunya tenaga penilai ahli kegagalan bangunan. Sebagaimana yang tercantum pada UU No.2 Tahun 2017, mengenai pengertian penilai ahli sendiri merupakan perseorangan, kelompok, atau lembaga yang bertugas atas perintah Menteri PUPR melalui LPJK untuk melakukan penilaian atas kegagalan bangunan yang terjadi, yang dilaporkan oleh pengguna jasa pemilik/pengelola/penanggung jawab bangunan dan masyarakat yang dirugikan.

Perlu dipahami bahwa penilai ahli diikat dengan kode etik dan kode perilaku serta nilai-nilai profesionalitas dan integritas dalam bertugas melaksanakan penilaian kegagalan bangunan. Penilai Ahli bersedia menerima penugasan dari Menteri PUPR melalui Ketua LPJK untuk melaksanakan penilaian kegagalan bangunan apabila Menteri PUPR atau LPJK menerima laporan kegagalan bangunan.

Oleh karena itu Kementerian PUPR melalui LPJK, berupaya untuk membina dan meningkatkan kompetensi penilai ahli dengan pembekalan pengetahuan manajerial dan teknis dalam bentuk pelatihan yang dilaksanakan berupa pendalaman teori, praktik dan diskusi yang dilaksanakan dua kali secara online, angkatan 1 pada tanggal 27 September hingga 2 Oktober 2021, dan angkatan 2 pada tanggal 4 Oktober hingga 9 Oktober 2021. Peserta pembekalan penilai ahli melalui kompetensi terkini recognition current competency (RCC) yang mengikutsertakan 52 Penilai Ahli (Angkatan 1 sejumlah 25 peserta, dan angkatan 2 sejumlah 27 peserta). Dalam acara Pembekalan Penilai Ahli, terdapat modul – modul yang terdiri dari 7 Modul Materi Manajerial, 8 Modul Materi Keteknikan Umum, dan 6 Modul Materi Keteknikan Khusus.
“Pertemuan ini merupakan suatu upaya mulia dan bagian penting dari sejarah perubahan paradigma baru konstruksi di Indonesia. Peran Penilai Ahli dalam penyelenggaraan konstruksi merupakan bagian dari upaya pembinaan pentingnya penyadaran antisipasi risiko kegagalan bangunan untuk menjamin pemenuhan standar K4 (Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan) bangunan Sipil dan bangunan Gedung.” ujar Yudha Mediawan selaku Dirjen Bina Konstruksi PUPR.

Pemaknaan keselamatan konstruksi ini diwujudkan tidak hanya semata selama pekerjaan konstruksi tetapi sejak perencanaan, pelaksanaan hingga hasil pekerjaan yang diserah terimakan untuk dimanfaatkan kepentingan publik. Fakta lapangan masih ada hasil pekerjaan konstruksi yang mengalami penurunan pelayanan struktural maupun fungsional ketika dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Disinilah peran Penilai Ahli harus hadir dalam ranah melakukan penilaian kegagalan bangunan.

Kehadiran penilai ahli bukan semata – mata untuk pemenuhan atas tuntutan peraturan hukum namun harus dimaknai sebagai peran aktif antisipasi berbagai risiko perdata dan pidana terkait upaya menjaga mutu konstruksi agar bangunan terbangun dan dapat dipertanggung jawabkan fungsi dan kebermanfaatannya.

Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, sebagai Koordinator Bidang III LPJK secara khusus yang membidangi Pelatihan, Uji Kompetensi dan Penetapan Penilai Ahli. Menyampaikan bahwa “Pembekalan penilai ahli melalui Kompetensi Terkini (RCC) sebagai syarat diterbitkan ulang sertifikat penilai ahli bagi penilai ahli yang tercatat dalam SIKI agar dapat ditetapkan dan ditugaskan sebagai penilai ahli yang menilai kegagalan bangunan, sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penilai Ahli, Kegagalan Bangunan, dan Penilaian Kegagalan Bangunan.”

Acara kegiatan pembekalan penilai ahli yang diselenggarakan LPJK turut dihadiri tim struktur modul sebagai yang menyampaikan materi pembekalan penilai ahli dari unsur pakar 36 orang, unsur pejabat fungsional 32 orang, dan unsur pejabat struktural 6 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
×
Selamat Datang ...

Silahkan menghubungi layanan informasi LPJK melalui narahubung kami


Welcome

Please contact LPJK information service through our Hotline Assistant

× Silahkan kontak narahubung kami