• Home
  • Berita Pilihan

LPJK Memulai Pelaksanaan Pelatihan Reguler Calon Penilai Ahli Kegagalan Bangunan

LPJK Memulai Pelaksanaan Pelatihan Reguler Calon Penilai Ahli Kegagalan Bangunan

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), terus berupaya untuk membina dan meningkatkan kompetensi Penilai Ahli dengan memberikan pembekalan dan pengetahuan manajerial serta teknis dalam bentuk pelatihan berupa pendalaman teori, praktik, dan diskusi. Terkait dengan hal tersebut pada hari Senin tanggal 13/06/2022 LPJK memulai Pelaksanaan Pelatihan Reguler Calon Penilai Ahli Kegagalan Bangunan, yang dilaksanakan secara online melalui Video Conference Zoom Meeting. Kegiatan Pelatihan tersebut akan dilaksanakan dalam 2 (dua) angkatan yaitu tanggal 13-18 Juni 2022 (Angkatan 1), dan tanggal 20-25 Juni 2022 (Angkatan 2).

Penilai Ahli adalah orang perseorangan, kelompok, atau lembaga yang diberikan kewenangan untuk melakukan penilaian dalam hal terjadi kegagalan bangunan. Sementara Penilaian Kegagalan Bangunan adalah suatu proses yang dilakukan oleh Penilai Ahli untuk menilai suatu bangunan yang dilaporkan kepada Menteri telah mengalami Kegagalan Bangunan. Perlu diketahui bahwa penilai ahli diikat dengan kode etik dan kode perilaku serta nilai-nilai profesionalitas dan integritas dalam bertugas melaksanakan penilaian kegagalan bangunan. Penilai Ahli bersedia menerima penugasan dari Menteri PUPR melalui Ketua LPJK untuk melaksanakan penilaian kegagalan bangunan apabila Menteri PUPR atau LPJK menerima laporan kegagalan bangunan.

Arahan pertama Pelaksanaan Pelatihan Reguler Calon Penilai Ahli Kegagalan Bangunan disampaikan oleh Ketua LPJK Taufik Widjoyono, Hari ini merupakan hari yang luar biasa karena kita akan memulai pembekalan kepada para Penilai Ahli. Dapat kami sampaikan bahwa Penilai Ahli bukanlah suatu profesi, namun penugasan yang tentunya dengan pengetahuan, pengalaman, dan ilmu yang sudah mumpuni.

“Secara substansi Peran Penilai Ahli harus dapat mencari penyebab terjadinya kegagalan bangunan, mencari siapa yang harus bertanggung jawab, serta menghitung berapa besaran kerugian yang terjadi. Sama seperti dengan para pengajarnya, peserta atau para Calon Penilai Ahli ini sudah memiliki pengetahuan, ilmu, dan pengalaman yang kompeten terkait dengan konstruksi bangunan, maka saya kira pelatihan ini akan memiliki pola sharing knowledge. Saya berharap dalam setiap diskusi bersama dengan para Penilai Ahli akan mendapatkan masukan-masukan yang bermanfaat dan menjadi solusi nantinya dalam menghadapi setiap permasalahan yang datang”. Ucap Taufik Widjoyono.

Terkait dengan Penetapan dan Penugasan Penilai Ahli dalam terjadinya Kegagalan Bangunan adalah wewenang Bidang III LPJK yang dikoordinatori oleh Agus Taufik Mulyono, dalam kesempatannya beliau menyampaikan bahwa Jumlah CPA Reguler yang dapat mengikuti Pelatihan CPA adalah 85 orang yang terbagi dalam 2 (dua) : Angkatan-1 diikuti 45 orang CPA, dan Angkatan-2 diikuti 40 orang CPA.

“Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh instruktur dan juga para Penilai Ahli karena telah meluangkan waktunya untuk menghadiri pembukaan Pelaksanaan Pelatihan Reguler Calon Penilai Ahli Kegagalan Bangunan. Kehadiran penilai ahli bukan semata – mata untuk pemenuhan atas tuntutan peraturan hukum namun harus dimaknai sebagai peran aktif antisipasi berbagai risiko perdata dan pidana terkait upaya menjaga mutu konstruksi agar bangunan terbangun dan dapat dipertanggung jawabkan fungsi dan kebermanfaatannya. Tutur Taufik Agus Mulyono.

Saat membuka secara resmi Pembekalan Pelatihan Reguler Calon Penilai Ahli Kegagalan Bangunan, Dirjen Bina Konstruksi Yudha Mediawan mengatakan “kegiatan yang akan kita mulai ini merupakan suatu langkah mulia dan bagian penting dari sejarah perubahan Paradigma baru Konstruksi di Indonesia. Peran Penilai Ahli dalam penyelenggaraan konstruksi merupakan bagian dari upaya pembinaan pentingnya penyadaran antisipasi risiko kegagalan bangunan untuk menjamin pemenuhan standar K4 (Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Keberlanjutan) bangunan Sipil dan bangunan Gedung”.

Kriteria Penilaian Aktivitas Pelatihan Calon Penilai Ahli Reguler meliputi, Kehadiran, ketepatan waktu, tampilan kamera (on camera), keaktifan dalam berdiskusi, keaktifan dalam bertanya, keterampilan dalam penampilan, sikap dan situasi peserta (kondisi peserta mobile atau duduk secara resmi), aspek penunjang (komunikasi, sikap, attitude), serta pengetahuan dan penguasaan materi (tugas/output/test).

Sementara untuk Penilaian Passing Grade Kelulusan Pelatihan Tiap Calon Penilai Ahli dikategorikan sebagai berikut, Nilai Minimal 8, Nilai Maksimal 40, dan Nilai Tengah 24. Maka Passing Grade = Nilai Tengah x Jumlah Modul x Persentase Kehadiran Minimal dan Passing Grade = 24 x 21 x 80% = 403,2 (dibulatkan angka kelulusan 404).

Nantinya setelah peserta dinyatakan lulus dalam Pelatihan Pembekalan Reguler Calon Penilai Ahli mereka akan mendapatkan sertifikat Penilai Ahli yang tercatat dalam SIKI agar dapat ditetapkan dan ditugaskan sebagai Penilai Ahli yang menilai kegagalan bangunan, sebagaimana diatur dalam Permen PUPR Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penilai Ahli, Kegagalan Bangunan, dan Penilaian Kegagalan Bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »